Seperti telah dikemukakan bahwa pada dasarnya penelitian itu dilakukan guna mendapatkan data yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan selalu berangkat dari masalah. Seperti dinyatakan oleh Emory (1985) bahwa, baik penelitian murni maupun terapan, semuanya berangkat dari masalah, hanya untuk penelitian terapan, hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Jadi setiap penelitian yang akan dilakukan selalu berangkat dari masalah. Walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian. Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka pekerjaan penelitian 50 % telah selesai.
Hubungan antara ketetapan memilih masalah dan cara pemecahan ditunjukkan pada table 2.1
Tabel 2.1Hubungan antara ketepatan memilih masalah dan cara pemecahannya
| No | Ketetapan Masalah | Ketetapan Cara pemecahan |
| 1. | Masalah benar | Cara pemecahan benar |
| 2. | Masalah benar | Cara pemecahan salah |
| 3. | Masalah salah | Cara pemecahan benar |
| 4. | Masalah salah | Cara pemecahan salah |
Berdasarkan tabel 2.1 tersebut, maka yang paling baik adalah yang pertama, pemilihan masalah benar, dan pemecahannya juga benar. Kedua masalah benar cara pemecahannya salah. Ketiga masalahnya salah tetapi cara pemecahan benar. Keempat masalah salah dan cara pemecahannya juga salah.





